Project

Project Rumah Mr. H, Pinishi Indah PIK 1

Oleh admin October 7, 2026 5 mnt baca

Rumah dua lantai di Pinishi Indah, PIK 1, ini memakai batu alam hampir di seluruh permukaan yang terlihat. Bukan sebagai aksen di satu dua titik, tapi sebagai bahasa utama ruangnya, mulai dari lantai foyer, dinding tangga, backdrop televisi, meja walk in closet, sampai furnitur.

Yang membuat proyek Mr. H menarik buat kami bukan luasannya, melainkan jumlah perlakuan berbeda yang harus menyatu dalam satu rumah. Ada bookmatch, ada inlay lantai, ada panel backlit, dan ada permukaan polos yang justru harus tenang supaya yang lain punya ruang bernapas.

Foyer: lantai yang menyambut lebih dulu

Foyer rumah Mr. H di Pinishi Indah PIK 1 dengan lantai marmer putih berbingkai marmer hitam dan motif bintang inlay
Foyer dengan inlay marmer putih dan hitam, dibingkai panel dinding bernada krem.

Lantai foyer dikerjakan sebagai satu komposisi utuh, bukan sekadar pasang ubin. Bidang tengah memakai marmer putih, dikelilingi dua garis marmer hitam yang mengikuti bentuk ruangan, lalu diisi motif bintang kecil yang dipotong satu per satu dan disisipkan ke bidang putihnya.

Pekerjaan inlay seperti ini menuntut potongan yang presisi sampai milimeter. Begitu satu garis meleset, seluruh bidang akan terlihat miring, dan itu tidak bisa diperbaiki tanpa membongkar.

Tampak atas lantai foyer marmer rumah Mr. H, pola inlay bintang terlihat utuh dari lantai dua
Pola inlay baru terbaca utuh dari lantai dua, dan itu memang titik pandang yang dirancang.

Dinding bawahnya dilapis panel batu alam bernada krem dengan profil molding, sementara kusen pintu dan jendela dibungkus batu bermotif gelap. Kontras ini yang membuat lantai terangnya terasa semakin lapang.

Baca juga: Katalog marmer, 67 varian siap stok

Tangga: satu lembar yang jadi pusat perhatian

Dinding tangga rumah Mr. H dengan panel bookmatch batu alam bermotif emas dan railing besi tempa melengkung
Panel bookmatch di dinding tangga, urat kiri dan kanan bertemu persis di sumbu tengah.

Ini bagian yang paling menuntut dari seluruh proyek. Panel dindingnya dikerjakan bookmatch, artinya dua lembar slab yang bersebelahan dibuka seperti buku sehingga uratnya bercermin di garis tengah.

Bookmatch hanya mungkin kalau kedua slab berasal dari blok yang sama dan nomor urut potongnya berdekatan. Begitu stoknya terpisah, pola itu tidak akan pernah ketemu lagi. Karena itu material untuk bidang seperti ini harus diamankan sejak awal, sebelum pekerjaan lain dimulai.

Pangkal tangga rumah Mr. H dengan anak tangga batu alam bermotif emas, ibu tangga marmer hitam, dan lantai marmer putih
Anak tangga memakai batu dari keluarga motif yang sama dengan panel dinding, ibu tangga dalam marmer hitam.

Di pangkal tangga, anak tangganya memakai batu dari keluarga motif yang sama dengan panel dinding, sementara ibu tangga dibuat dari marmer hitam polos. Lantai di sekitarnya diberi garis batas hitam yang melengkung mengikuti bentuk tangga, jadi peralihan antar area terbaca tanpa perlu sekat.

Baca juga: Kalkulator kebutuhan slab, termasuk untuk bidang bookmatch

Family room: backdrop gelap yang mengunci ruang

Family room rumah Mr. H dengan backdrop televisi bookmatch batu alam gelap dan dua lemari pajang berlatar marmer hitam
Backdrop televisi bookmatch, credenza bermotif chevron, diapit dua lemari pajang berlatar marmer hitam.

Backdrop televisinya memakai bookmatch bermotif gelap, dan credenza di bawahnya dipotong menyerong membentuk chevron. Dua perlakuan berbeda dari material yang sama, ditempatkan bersebelahan, tetap terbaca menyatu karena uratnya masih satu keluarga.

Dua lemari pajang di kiri dan kanan berlatar marmer hitam dengan urat putih halus. Pilihan yang disengaja: latar yang terlalu ramai akan menelan barang pajangan, latar polos justru membuat pajangan tidak punya bingkai.

Living room lantai satu: onyx yang disinari dari belakang

Living room lantai satu rumah Mr. H dengan partisi onyx backlit, dua bukaan lengkung berbingkai batu alam gelap, dan meja onyx bersisi banyak
Partisi onyx dengan pencahayaan dari belakang, diapit dua bukaan lengkung berbingkai batu bermotif tegas.

Partisi di tengah living room memakai onyx yang disinari dari belakang. Onyx tembus cahaya, jadi urat dan lapisan di dalamnya baru benar benar terlihat ketika lampu di belakangnya dinyalakan. Siang hari dia tampil sebagai bidang krem bermotif, malam hari berubah jadi sumber cahaya.

Pemasangan backlit menuntut ketebalan yang konsisten di seluruh bidang. Beda sedikit saja, cahayanya akan belang dan langsung terlihat. Meja tamunya memakai batu dari keluarga yang sama, dipotong bersisi banyak supaya tiap sisi menangkap cahaya dengan cara berbeda.

Baca juga: Katalog onyx, 9 varian untuk aplikasi backlit

Living room lantai dua: karakter yang dibalik

Living room lantai dua rumah Mr. H dengan backdrop televisi bookmatch marmer putih dan kabinet bernada abu
Backdrop lantai dua memakai marmer putih bookmatch, menyeimbangkan family room yang bernada gelap.

Living room di lantai dua memakai pendekatan kebalikannya. Backdropnya tetap bookmatch, tapi dengan marmer putih beruratan halus, dipadu kabinet bernada abu. Satu rumah, dua karakter, dan keduanya tetap terasa dari keluarga yang sama.

Area privat: walk in closet dan ruang rias

Island walk in closet rumah Mr. H dengan top table marmer berprofil, sisipan kaca pajang, dan kabinet putih klasik
Island walk in closet dengan top table berprofil tepi dan sisipan kaca untuk pajangan.

Island di walk in closet memakai top table batu alam dengan profil tepi, dan bidangnya dipotong untuk menampung dua sisipan kaca pajang. Potongan dalam seperti ini yang paling rawan: sisi dalamnya tetap harus rapi dan sejajar, sementara batunya sudah tidak bisa diganti kalau meleset.

Ruang rias rumah Mr. H dengan lantai marmer putih beruratan tipis dan sofa bundar merah muda
Lantai ruang rias memakai marmer putih dengan urat tipis, menghangatkan ruang yang didominasi putih.

Ruang riasnya dibiarkan tenang. Lantai marmer putih dengan urat tipis, kabinet putih, dan satu sofa bundar sebagai satu satunya aksen warna. Di ruang yang isinya pakaian dan perhiasan, lantai memang tidak boleh ikut berebut perhatian.

Furnitur dari sisa potongan

Dua meja tamu marmer putih beruratan abu dengan kaki gelap di rumah Mr. H
Dua meja tamu dari sisa potongan slab, bentuk dan tingginya dibuat berbeda supaya bisa saling tumpuk.

Dua meja tamu ini dibuat dari sisa potongan slab yang dipakai di area lain. Ini salah satu cara menekan sisa material pada proyek berskala besar: potongan yang masih utuh diarahkan jadi furnitur, bukan dibuang.

Material yang dipakai

Material utamaCalacatta, Statuario, Magma Gold, Nero Marquina, Aurora Pink
AplikasiLantai, panel dinding, anak tangga, backdrop televisi, partisi, top table, furnitur
TeknikBookmatch, inlay, backlit, potong chevron, profil tepi
LokasiPinishi Indah, PIK 1, Jakarta Utara
Tahun pengerjaan2026

Merencanakan proyek serupa

Pekerjaan sebesar ini tidak dimulai dari pemilihan motif, tapi dari mengamankan stok. Bidang bookmatch, panel backlit, dan inlay lantai semuanya menuntut slab dari blok yang sama, dan blok itu tidak bisa dipesan ulang setelah habis.

Kalau Anda sedang merancang rumah dengan kebutuhan serupa, bawa denah dan referensinya ke showroom kami. Slab bisa dilihat langsung, dicocokkan pasangannya, dan dikunci sebelum pekerjaan sipil berjalan.

Baca juga: Katalog lengkap SKI Marmer, 98 varian dari enam jenis batu alam

Konsultasi proyek via WhatsApp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top